School Sharing for the Blind terus berkomitmen menjadi ruang belajar online inklusif dan gratis bagi penyandang disabilitas netra agar dapat belajar, berkembang, dan berbagi. Semangat ini kembali digaungkan dalam acara puncak bertajuk "Awal Baru Raih Asa dan Cita", yang sukses diselenggarakan dan disiarkan secara langsung melalui YouTube.
Acara ini juga menjadi ajang Masa Pengenalan Lingkungan School Sharing (MPL2S) untuk menyambut hangat para siswa dan relawan pemateri baru yang akan memulai perjalanan inklusifnya bersama kami. Berikut adalah rangkaian momen luar biasa yang merangkum acara istimewa ini:
1. Pencapaian Gemilang dan Fasilitas Belajar Baru
Di awal acara, Kak Rahma (selaku Founder) dan Kak Tama (selaku Kepala Sekolah) menyampaikan rasa syukurnya atas perkembangan School Sharing. Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah keberhasilan School Sharing dalam mendampingi dan mewujudkan beberapa siswa untuk dapat masuk ke sekolah formal di Sekolah Luar Biasa (SLB). Selain itu, berkat dukungan banyak pihak, School Sharing kini telah memiliki fasilitas server TeamTalk sendiri yang membuat kegiatan belajar mengajar online menjadi lebih stabil dan aktif.
2. Pelantikan Pengurus OSIS Periode 2026–2027
Sebagai bentuk komitmen dalam melatih kepemimpinan dan kemandirian siswa, acara ini meresmikan pelantikan kepengurusan OSIS periode 2026–2027. Jabatan Ketua OSIS resmi diserahterimakan dari Rafa Anditya Pratama kepada Rinta Cahyani, yang kini didampingi oleh Keyla Dehayu Zafire sebagai Wakil Ketua OSIS. Selain jajaran siswa, Kak Rahma juga resmi dilantik sebagai Pembina OSIS yang baru, menggantikan Kak Rahes Restu Sadewa, untuk membimbing organisasi menjadi lebih maju.
3. Nobar Film Audio Karya School Sharing for the Blind: "Sekali Lagi Bukan Korupsi"
Salah satu sorotan utama acara adalah penayangan film audio berjudul "Sekali Lagi Bukan Korupsi". Karya luar biasa ini dipelopori langsung oleh anak-anak ekstrakurikuler Public Speaking School Sharing. Seluruh tim di balik film ini—mulai dari produser, sutradara, editor, hingga para pengisi suaranya—adalah teman-teman disabilitas tunanetra. Film ini mengangkat kisah pilu sekelompok anak band disabilitas yang menghadapi diskriminasi dan tuntutan sosial, memberikan pesan kuat agar kita tidak menghakimi orang lain.
Tonton di YouTube
Dengarkan di Spotify
4. Unjuk Bakat yang Menginspirasi
School Sharing tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga memfasilitasi pengembangan soft skill. Sesi penampilan bakat menjadi ajang unjuk kebolehan para siswa dan pemateri, seperti penampilan deklamasi dan nyanyian memukau dari Miracle, Samudra, Tim SM, hingga keseruan dari Band Huruhara.
Pemberdayaan dan Peluang Berkarya
Sebagai sekolah yang terus berkembang, School Sharing for the Blind juga memberdayakan bakat-bakat anggotanya dengan menawarkan berbagai jasa kreatif profesional. Kami menyediakan layanan jasa MC, Voice Over (VO), edit foto dan video, sounding, moderator, penulisan sastra, hingga pembuatan jingle.
Klik di sini untuk informasi layanan dan jasa lebih lanjut.
Mari Bergabung Bersama Kami!
Putus sekolah bukan berarti akhir dari segalanya. Jangan sampai keterbatasan membuat semangat belajar menjadi pudar. Kami mengundang teman-teman difabel netra (low vision maupun totally blind) berusia 10 sampai 23 tahun untuk bergabung sebagai murid.
Kami juga membuka pintu seluas-luasnya bagi teman-teman berusia 16–23 tahun untuk menjadi relawan pengajar. Mayoritas pemateri kami adalah siswa dan mahasiswa yang dengan sukarela mendedikasikan waktu mereka.
Kunjungi Website School Sharing for the Blind
Mari bersama-sama mewujudkan pendidikan inklusif tanpa batas. Kunjungi Instagram kami di @schoolsharingfortheblind, hubungi kami melalui Halaman Kontak, atau langsung melalui WhatsApp untuk mendaftar.